Kamis , | WIB

Selasa, 20 Mei 2014 - 16:26:36 WIB
SMS PENIPUAN PENERIMAAN BINTARA, CATUT NAMA PETINGGI POLDA dan PETINGGI POLRI
Hukum & Kriminal - Dibaca: 24595 kali


SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Penerimaan menjadi anggota bintara polisi Republik Indonesia (Polri) dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan. Dengan berbekal nama peserta berikut nomor telephon, oknum ini mengirim sms ke peserta yang tak lolos tes sebelumnya dengan mengatasnamakan Aiptu Doni atau Aiptu Toni.

Nomor telephon Aiptu Doni 085656206422 saat dihubungi intelijenpost.com mengaku bahwa usai tes yang yang dilakukan peserta hingga hari ini, masih ada kekurangan tujuh personil lagi. Sehingga peserta yang di sms merupakan peserta yang gugur yang kemudian ditunjuk oleh Kapolda Jatim untuk menjadi anggota Polri tanpa melalui tes lanjutan.

Namun, saat ditanya siapa nama Kapolda Jatim, nomor tersebut dimatikan. Selang beberapa menit kemudian, intelijenpost.com mencoba menghubungi nomor kembali, kemudian disuruh menghubungi ketua panitia penerimaan bintara Polri sekaligus Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Rachmat Mulyana.

Berikut bunyi sms tersebut : Ijin, Sy AIPTU TONI / POLDA JATIM. Dapat perintah tuk menyampaikan kpd DIDIK SETIAWAN agar m'hubungi bpak ketua penitia skarang. Mengenai pendaftaran BRIGPOL TA 2014. KOMBES POL. RACHMAT MULYANA.Hub: 0818438050.

Saat intelijenpost.com menghubungi seseorang dengan nomor 0818438050 atas nama Kombes Pol Rachmat Mulyana. Terdengar suara dengan logat Indonesia Timur yang khas. Seseorang tersebut mengaku sebagai Kombes Pol Rachmat Mulyana sebagai Karo SDM Polda Jatim.

Orang yang mengaku sebagai Kombes Pol Rachmat Mulyana ini mengabarkan bahwa nomor perserta yang tak lolos ujian sebelumnya, oleh Kapolda Jatim ditunjuk untuk mengisi kekosoangan peserta yang kurang tujuh personil.

" Saya Kombes Pol Rachmat Mulyana, mengabarkan pada Ibu bahwa putra ibu dipilih oleh Kapolda Jatim untuk mengisi kuota yang masih kosong. Jadi ibu patut bersyukur karena putra ibu langsung bisa lulus dan langsung pendidikan," ujarnya.

Sejurus kemudian, orang tersebut meminta agar mengirimkan uang Rp 11 juta dengan alasan untuk diberikan pada tim pengawas dari mabes Polri yang akan datang ke Polda Jatim pada Kamis nanti.

" Nanti, akan ada tim pengawas dari Mabes Polri dan uang itu nanti untuk beliau berdua. Jadi putra ibu, nanti mengikuti apa kata-kata beliau," tegasnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setyono memastikan bahwa hal tersebut adalah penipuan. Untuk itu, ia akan melaporkannya ke bidang kriminal umum Polda Jatim. "Saya pastikan itu penipuan, karena kita sudah transparan. Jadi, saya menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya hal tersebut," tegas Awi.(Don/IP)



Berita Lainnya