Sabtu , | WIB

Senin, 10 November 2014 - 11:05:05 WIB
PENGEPUL ILEGAL BBM BERSUBSIDI DI PALU KEBAL HUKUM
Nusantara - Dibaca: 232893 kali


ilustrasi

"DIBEKENGI  OKNUM  PETUGAS  KEPOLISIAN  DAN  TNI – AL"

PALU,INTELIJENPOST.COM Pengepul Bahan Bakar Minyak ( BBM )jenis Solar dan Benzine bersubsidi secara ilegal di Kota Palu ( Sulawesi Tengah ) dan merupakan central pengepul terbesar dikota tersebut, serta pelakunya berinsial H – U dan Dia juga sebagai pimpinan umum media mingguan yang disingkat TAR, karena H-U ini wartawan dia dapat bekerja sama atau dibekengi oknum Mapolda Sulteng, Mapolres Kota Palu, Kapolsek Palu Barat dan Sat Mako Brimob serta markas besar Angkatan Laut ( AL ) Sulteng yang kebetulan markasnya tidak jauh dari rumah, gudang pengepul BBM ilegal tersebut.

Menurut sumber yang dapat dipercaya mengatakan, pengepul BBM secara ilegal ini dapat bekerja dengan mulus atau sangat leluasa untuk membeli BBM jenis Solar dan Benzine bersubsidi di seluruh SPBU yang ada di Kota Palu, dan petugas yang berkopeten dengan masalah BBM Cuma lihat saja alias acuh tak acuh karena sudah diberikan upeti ( jatah rupiah ) dan terkesan H. U di Kota Palu sangat kebal hukum, kata sumber ini.

Selanjutnya modus operandi kejahatan yang dilakukan, H – U ini memakai anak buah dan dikawal para preman dari Kelurahan Kampung Baru dekat pasar tua, Kecamatan Palu Barat, kemudian anak buahnya atau sopir membawah satu mobil kijang siluman dengan isi tankinya sekitar 800 liter, serta satu buah mobil truk siluman dengan isi tanki sebanyak 1 ton ( 1000 liter ) BBM jenis Solar yang diambil atau dibeli di seluruh SPBU yang ada di Kota Palu, ungkap sumber tadi.

Sementara informasi yang dihimpun Intelijen Post dari salah satu masyarakat Desa Tipo, Kecamatan Ulu pernah mengamuk karena BBM di SPBU – SPBU Palu dibilang habis sehingga masyarakat tadi membeli BBM jenis Solar dan Benzine eceran di penjual tangan kedua yang dijual per – botol atau per – liter Rp.15.000, kejadian ini membuat masyarakat Kecamatan Ulu mengamuk dan membakar gudang tempat penimbunan ilegal BBM bersubsidi milik H.U alias wartawan tersebut.

Dari kejadian ini, masyarakat dari Desa Tipo ada yang terluka karena kena sabetan senjata tajam ( badik ) milik preman dari orangnya H- U dan premannya saat ini masih diproses di Kepolisia Kota Palu, namun seperti  H-U yang melakukan perbuatan melanggar hukum  karena mengepul dan membeli BBM ilegal bersubsidi tidak dipegang atau diproses secara hukum, malah dibiarkan bebas berkeliaran apakah ini tidak dinamakan kebal hukum? Dan kenapa petugas ( Polisi ) tinggal diam, “ berarti jelas bekengi, atau disuruh mengerjakan BBM haram nanti keuntungannya dibagi bersama, “ cetus sumber yang tahu kejadian ini.(IP – LA,CA )

Berita Lainnya