Minggu , | WIB

Rabu, 11 Februari 2015 - 15:29:54 WIB
KEJAGUNG SEGERA UNGKAP REKENING GENDUT GUBERNUR SULAWESI TENGGARA
Nasional - Dibaca: 84741 kali


Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam

JAKARTA,INTELIJENPOST.COM Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam tersandung kasus rekening gendut. Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan persiapan untuk segera merampungkan kasus rekening gendut yang melibatkan delapan kepala dari laporan yang diserahkan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Mereka yang dikaitkan dengan laporan rekening gendut akan segera dipanggil.

Salah satu nama yang akan disegerakan adalah Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Tony T Spontana mengatakan Nur Alam akan dipanggil setelah perayaan Tahun Baru 2015.

"Setelah tahun baru," kata Tony melalui pesan singkatnya kepada Pers, Senin (29/12) malam.Tony menjelaskan penyelidik masih terus mengumpulkan bukti-bukti untuk memproses kasus tersebut. "Masih dalam proses," ucapnya.

Sementara Ketua. Koordinator LSM.Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA-PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz mengatakan, Kejagung harus serius menuntaskan kasus rekening gendut kepala daerah. Apalagi kata dia, indikator suksesnya kerja lembaga Adhyaksa itu adalah menuntaskan kasus korupsi. "Termasuk kepala daerah. Kalau tidak tuntas, lebih baik Jaksa Agung (HM Prasetyo) mundur," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Ode Lahane Aziz, masih keturunan Sultan Buton ini juga mendesak Kejagung untuk transparan dalam menangani kasus kepala daerah. Termasuk kata dia, mengumumkan delapan nama yang dilaporkan oleh PPATK.

Seperti diketahui, laporan transaksi yang mencurigakan terkait kepemilikan Nur Alam dikabarkan mencapai USD 4,5 juta atau sekitar Rp 56 miliar. Transaksi ini melibatkan pengusaha tambang dari Hong Kong.

Namun adanya indikasi ini, Nur Alam sendiri dalam berbagai kesempatan sudah membantah terkait dengan kepemilikan rekening gendut. Kata dia, uang yang dicurigai itu milik temannya yang dititipkan sementara.

"Menurut Dia itu adalah uang titipan, uang teman saya yang kemudian sudah dikembalikan dan diambil alih lagi yang bersangkutan," kata Nur Alam.

Selanjutnya bantahan juga disampaikan Nur Alam saat memasuki Aula Gedung DPRD Sultra di Kendari, Jumat lalu (19/12). "Tidak ada rekening gendut, hanya perut gendut yang ada," kata  Ketua DPD PAN Sultra itu.

Ketua. Kordinator LSM.PKA-PPD Lahane Aziz menambahkan, dari hasil bantahan Nur Alam mengenai tidak ada rekening gendut, hanya perut gendut yang ada, ini secara tidak langsung sudah melecehkan PPATK dan Kejaksaan Agung, dengan ungkapan ini saja sudah terjerat hukum dan terkesan Nur Alam bagaikan orang kebal hukum, makanya penyidik ( Jaksa Agung ) harus serius menuntaskan kasus rekening gendut ini, desak Aziz. ( IP – TIM )



Berita Lainnya