Kamis , | WIB

Jumat, 13 Februari 2015 - 10:41:57 WIB
PORT SECURITY PELINDO III RESAH DISIKSA BAGAIKAN SERDADU
Pelabuhan - Dibaca: 37783 kali


"DISURUH GULUNG-GULUNG DI PAVING HINGGA GUNAKAN CELANA DALAM"

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Pembina Port Security PT. Pelindo III Tanjung Perak Pariadi dengan kehadirannya untuk menegakkan kedisiplinan para anggota . Namun sikapnya sangat kejam dan dinilai kebablasan  karena selalu membuat kekerasan tersendiri dikalangan Port Security, terutama untuk anggota baru.

Sementara, Pariadi yang disebut – sebut seorang pensiunan Polisi ( Polda Jatim ) tidak segan – segan memberikan, “ penyiksaan ,”  ( hukuman fisik ) kepada anggota Port Security yang membuat pelanggaran maupun tidak disiplin, misalnya datang dikantor terlambat.

Belum lama ini, puluhan personil Port Security terjadi hukum fisik, ala serdadu, “ khabarnya selesai olah raga, Port Security yang memakai training disuruh ganti pakian seragam Port Security dengan lengkap dalam tempo ditentukan menit. Karena anggota tadi tak mampu memenuhi deadline, maka mereka akhirnya dihukum.

Selanjutnya anggota Port Security tadi, harus jalan jongkok serta gulung – gulung di paving tanpa baju di halaman gedung BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yakni Kantor Pelindo III Cabang Tanjung Perak. Bahkan tak heran bila ada pundak anggota Port Security yang babras ( terluka ) serta memar.

Data dan informasi yang dihimpun Intelijen Post dari sumber  yang dapat dipercaya mengatakan, pada hari Sabtu ( 31/1/2015 ) lalu, ada salah satu anggota Port Security  dengan insial Fh dilarikan ke RS. PHC karena tidak kuat menahan hukuman push – up sejumlah 20 kali masalahnya terlambat dating ke kantor. Terkait kondisinya kata sumber ini, waktu itu kurang fit sebab belum sarapan pagi, ujarnya.

Kelihatannya, dari para korban  hukuman fisik bahkan berjatuhan terus. Nanti tinggal menunggu waktu saja, jika terus dijalankan cara hukuman seperti itu kalau tak dihapus. Bagi kita yang lama – lama sudah tidak kaget mas dengan tindak tanduk Pak. Pariadi. Memang sudah gayanya, “otoriter, “ kata oknum petugas clayning service.

Kata sumber tadi, Pangdam maupun Kapolda saja tidak bergaya demikian. Bila melihat Pariadi melintas para anggota Port Security harus dengan sikap tegas dan segera hormat. Tingka laku semacam ini, berbagai kalangan di pelabuhan tidak setuju dengan pola hukuman fisik, “ ala serdadu, “ semacam ini karena Negara kita sudah merdeka dan bukan penjajah lagi serta masih ada cara hukuman yang lebih manusiawi, misalnya menyapu halaman Kantor Pelindo III Cabang Tanjung Perak, dan bisa juga membersihkan kamar mandi atau hukuman sewajarnya.

Menyikapi kejadian ini, Intelijen Post coba konfirmasi dengan Direktur PT. Pelindo Daya Sejahtera ( PDS ) Khusnul  Jakin via hand phonenya mengatakan, matur nuwun infonya dan saya akan klarifikasi di lapangan ucapnya, karena menunggu hasil klarifikasi dari Direktur PT. PDS tak kunjung menghubungi akhirnya pada keesokan harinya Intelijen Post  mengadakan konfirmasi lagi masalah adanya beberapa anggota Port Security yang dihukum fisik di depan kantor Cabang Pelindo III Tanjung Perak dengan disuruh membuka pakian seragam mulai dari baju sampai celana dinas dan yang dibiarkan Cuma celana dalam aja yang dapat lengket untuk menutupi daerah terlarangnya, sesuai dalam photo yang diunggah.

Dia ( Khusnul ) menjelaskan, memang ada ketentuan dikantornya kalau anggota Port Sucurity yang terlambat masuk kantor harus diberikan sanksi dengan hukuman tapi tak seperti hukuman yang tidak manusiawi, namun hukuman administrasi atau hukuman yang lain sewajarnya, kata Khusnul.  ( IP – LA )     



Berita Lainnya