Minggu , | WIB

Selasa, 17 Februari 2015 - 19:09:59 WIB
MASYARAKAT TIANG BENDERA KELUHKAN AIR BERSIH DAN LAMPU LISTRIK
Nusantara - Dibaca: 94566 kali


BUAT PENERANGAN SERTA KEPENTINGAN BELAJAR ANAK SEKOLAH

AMBON,INTELIJENPOST.COM Masyarakat Dusun Tiang Bendera, Desa Luhu, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten SBB mengeluhkan air bersih dan lampu listrik buat penerangan rumah – rumah warga serta kepentingan anak – anak sekolah belajar diwaktu malam hari. Pasalnya empat bulan lebih masyakarat setempat tidak bisa lagi menikmati air bersih, padahal air bersih merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dan urgen, apalagi lampu listrik sejak dahulu dambaan masyarakat supaya pemerintah segera masukan listrik di desa supaya bisa dapat penerangan serta kepentingan terutama anak – anak sekolah bisa belajar.

Adanya keluhan masyarakat Tiang Bendera  masalah air bersih dan lampu listri ini, Intelijen Post menghubungi via hand phone Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA-PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz berada di Jakarta mengatakan, segera Kepala Desa atau Kepala Dusun membuat surat sekaligus melaporkan masalah proyek air bersih yang sudah tidak berpungsi sehingga masyarakat susah mendapatkan air bersih tersebut, dan minta kepada Bupati SBB serta suratnya ditembuskan ke Gubernur Maluku untuk segera memasukan juga proyek listrik karena masyarakat Dusun Tiang Bendera berhak mendapatkan air bersih dan lampu listrik sebagai mana yang dirasakan masyarakat lain, ujar Aziz.

“Menurut informasi yang dihimpun Intelijen Post, sudah berbulan - bulan ini, masyarakat merasa kesulitan untuk memperoleh air bersih karena proyek air bersih yang dibangun oleh Dinas PU Maluku tahun 2012 lalu, kini tidak bisa lagi berfungsi, dimana pipa-pipa tersebut tak lagi mengaliri air bersih yang bersumber dari mata air di pegunungan,” ungkap sumber yang dapat dipercaya kepada IP.

Intelijen Post wawancara dengan narasumber yang berinsial LD menjelaskan, di Dusun Tiang Bendera itu terdapat 500 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwanya mencapai 3000 lebih, sehingga sangat sulit untuk memperoleh air bersih saat ini, serta yang paling celaka lagi diwaktu malam desa kami ini gelap gulita karena Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat tidak pernah untuk peduli memasukan proyek penerangan lampu listrik di dusun kami tersebut, ungkap sumber tadi.

“Lanjut LD, selama kurang lebih empat bulan ini, kami hanya bisa memperoleh air untuk memebuhi kebutuhan sehari-hari dari kolam-kolam kecil yang digali di pinggiran sungai, namun kenyataannya air tersebut sangat rentan dengan penyakit, karena jika masyarakat terus mengkonsumsi air tersebut maka tentunya menderita muntaber,” terangnya.

LD juga menambahkan, tidak mengetahui dengan jelas alasan apa sehingga air bersih itu tak lagi mengalir pada pipa-pipa tersebut.“Memang sampai saat ini tidak tahu alasannya apa, apalagi di dusun setempat tak ada teknisi untuk bisa mengkrosceknya,” katanya.

Kata dia, proyek air bersih dan penerangan lampu listrik merupakan salah satu permintaan dari warga setempat saat Gubernur Maluku, Said Assagaff melakukan kunjungan kerja tahun 2012 lalu, saat menjabat Wagub  dan atas keinginan itulah maka Dinas PU Maluku pun mulai merancang dan membangun proyek air bersih tersebut direalisasikannya, namun sayangnya dua tahun berjalan saja, masyarakat sudah tidak bisa menikmati air tersebut karena instalasi pipanya mampet, sedangkan untuk proyek penerangan lampu listrik sampai saat ini belum ada tanda – tanda untuk dibangun tiang listriknya. ( IP – AMQ )

Berita Lainnya