Rabu , | WIB

Sabtu, 14 Maret 2015 - 15:21:27 WIB
DIPERKIRAKAN 6000 PESERTA IKUTI PESPARAWI NASIONAL DI AMBON
Nusantara - Dibaca: 51862 kali


Paulus Kastanya - Said Assagaf

AMBON,INTELIJENPOST.COM Menjelang acara nanti kurang lebih dari 6.000 peserta dari 33 Provinsi telah mendaftar untuk mengikuti pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi) XI tingkat nasional yang penyelenggaraannya dijadwalkan di Kota Ambon pada Oktober 2015.

Menurut Ketua Harian Panitia Pesparawi XI Nasional, Paulus Kastanya, di Ambon, kemarin mengatakan, jumlah peserta lebih dari 6.000 itu belum termasuk dari Maluku yang siap mengikuti semua mata lomba.

"Kata Paulus peserta ditambah pendamping dan penggembira, maka tamu yang menghadiri Pesparawi XI Nasional di Ambon diprakiraan mencapai 10.000 orang," ujarnya.

Sebab itu, panitia penyelenggara telah berkoordinasi dengan PHRI Maluku untuk menyampaikan jumlah hotel/penginapan dengan masing-masing kapasitas kamar dan tempat tidur guna mengatur penempatan peserta.

"Jadi , dijadwalkan pekan depan PHRI Maluku sudah bia menyampaikan data tersebut agar kelebihan tamu bisa ditempatkan di rumah warga, baik yang beragama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha," kata Paulus.

Dia ( Paulus ) mengakui, Gubernur Maluku, Said Assagaff melalui koordinasi dengan MUI/Muhamadiyah setempat telah meminta ada peserta Pesparawi XI nasional yang menetap di rumah-rumah warga beragama Islam.

Menyangkut penempatan nantinya disesuaikan dengan permukiman umat Islam agar memudahkan peserta menjangkau lokasi lomba.

"Pada prinsipnya akomodasi dan transportasi peserta Pesparawi XI Nasional dari 33 Provinsi tidak menjadi masalah prinsipil karena telah diprogramkan adanya pendampingan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)," ujar Paulus.

Apalagi kita sudah buktikan, Maluku telah berpengalaman dan dinilai sukses menyelenggarakan MTQ tingkat Nasional di Ambon pada Juni 2012, juga Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Ambon pada 12 - 13 Februari 2015.

"Yang terpenting komitmen anak bangsa Indonesia di Maluku, terutama Kota Ambon untuk memelihara stabilitas keamanan dengan mencerminkan jalinan keharmonisan antarumat beragama sebagai warisan leluhur," kata Paulus Kastanya.(IP – LA)



Berita Lainnya