Rabu , | WIB

Selasa, 26 Mei 2015 - 21:38:43 WIB
EMPAT CIRI BERAS SINTETIS YANG MENGANDUNG PLASTIK
Ekonomi Bisnis - Dibaca: 3743052 kali


BATAM, INTELIJENPOST.COM Marak beredarnya beras yang terbuat dari bahan sintetis yang mengandung plastik akhirnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad ikut angkat bicara serta membeberkan ciri-ciri beras sintetis mengandung plastik agar bisa diantisipasi dan dihindari warga.

Amsakar juga menyebut ada empat ciri fisik beras sintetis yang bisa segera dikenali masyarakat yaitu dari warna, bentuk dan dua sifat lainnya.

Menurut Dia ( Amsakar ), berbeda dengan beras yang berasal dari tanaman padi, beras sintetis berwarna agak kuning, tidak putih bersih. Beras sintetis yang mengandung plastik itu juga berbentuk menyerupai kotak, tidak lonjong panjang serta tidak memiliki "mata beras".

Juga bila direndam ke dalam air, kemudian ditiriskan, beras yang seharusnya tidak untuk dikonsumsi itu akan nampak kering, tanpa bekas air. Dan ciri yang terakhir, beras sintetis yang dimasak akan bertekstur lebih lengket.

"Sudah namanya saja plastik, dia lengket," kata Amsakar di Batam, baru lalu. Bila masyarakat menemukan beras dengan ciri-ciri seperti itu, maka diimbau untuk tidak mengkonsumsinya karena berbahaya untuk kesehatan, ujarnya

Dia minta masyarakat bisa bekerja sama misalnya, dengan melaporkan jika menemukan beras palsu tersebut agar pemerintah bisa menghentikan peredaran beras palsu.

Saat ini Pemkot Batam bekerjasama dengan aparat kepolisian sudah melakukan penelusuran ke berbagai pasar, toko dan saluran distribusi untuk memastikan tidak ada beras palsu yang beredar. Hingga saat ini pemerintah Batam belum menemukan peredaran beras sintetis di daerah tersebut.

"Sementara dari tim yang turun, beras dengan indikasi itu belum ditemukan," kata dia. Ia mengatakan saat inspeksi mendadak, tim dari Disperindag mengambil sampel beras dan disesuaikan ciri fisiknya.

Kemudian bila ditemukan ada beras yang warnanya menguning dan bentuknya menyerupai kotak, Disperindag kemudian akan melakukan penelitian laboratorium.

"Selanjutnya, kami belum menggandeng Sucofindo dan BPOM, karena uji kimia belum dibutuhkan. Tapi kami akan segera menggandeng BPOM," kata dia.

Sekarang yang penting Pemkot  bekerja sama dengan distributor yang diminta tidak menjual beras yang memiliki indikasi sintetis tersebut demi keamanan warga. ( IP – HAMZA )

Berita Lainnya