Rabu , | WIB

Selasa, 07 Juli 2015 - 01:05:10 WIB
PT. PELNI CABANG SURABAYA SARAT PUNGLI
Pelabuhan - Dibaca: 147461 kali


SURABAYA,INTELIJENPOST.COM PT. Pelayaran Nasional Indonesia ( Pelni ) Cabang Surabaya yang berkantor di Jl. Pahlawan, perusahan tersebut dalam melaksanakan dan membangun sistim kerja yang sarat dengan pungutan liar alias pungli yang banyak dilakukian di Pelabuhan Tanjung Perak.

Sistim kerja yang dibangun terkait dengan anak perusahannya, PT. Sarana Bandar Nasional ( SBN ) mulai dari penyediaan sarana bongkar – muat barang berupa palet, jala – jala, forklip maupun buruhnya serta penarikan jasa bongkar – muat barang dan menentukan Tarip Muatan General Cargo ( TMGC ).

Selanjutnya PT. Sarana Bandar Nasional, mengambil jasa pungutan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) atau pengurus barang yang melakukan bon gkar – muat, mulai dari jasa peralatan berupa Jala – jala, palet, porklip dan tenaga buruh, padahal dari sebagian penyediaan alat – alat tersebut di sediakan oleh pemilik barang atau pengurus dari (EMKL), namun uang tambang, Asuransi, OPP All IN dan tarip OPT ditarik tanpa perhitungan yang jelas atau diduga penarikan Tarip Muatan General Cargo tidak melalui putusan resmi dari PT. Pelni pusat dan terkesan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme ( KKN ) alias memperkaya diri sehingga ada unsur menyalahgunakan jabatan atau gratifikasi, kata sumber EMKL yang tidak mau menyebut jati dirinya.

Terkesan adanya pungutan liar dari PT. SBN, Tarip Muatan General Cargo dengan tujuan Jaya Pura ( Papua ) uang tambang  Rp. 2.064.000, Asuransi ( Per T/M3 ) Rp.12.000, OPP ALL IN ( Min 3 T/M3 ) Rp.284.000, tarip OPT – per  T/M3 Rp. 233.000, minim OPT – 5, M3, jadi jumlah Tarip ALL IN Rp.2.593.000.

Sementara tarip memakai jasa container dari Surabaya untuk tujuan Jaya Pura, uang tambang OPP ALL IN Rp. 37. 069.654, OPT  Cy Rp. 3.976.500, Asuransi Rp. 50.000, maka jumlahnya Rp. 41.096.154, dan ini belum termasuk bayar makelar Container  sekitar Rp. 1.000.000, - sampai Rp. 2.000.000, yang diprakarsai oknum PT.SBN serta container dinaikan di atas kapal diminta uang Acc dari Capt atau Mualim satu sebesar Rp. 1.000.000, - Rp. 2.000.000, baru barang diangkut sampai tujuan, ungkap sumber EMKL.

Bukti adanya pungutan liar dari PT. Pelni  dan anak perusahannya PT. SBN, sesuai dari data TMGC serta data pembayaran Container telah terjadi penyimpangan, masalah pemilik barang mengirim Cuma sebanyak 1 M3, diminta harus membayar minim 5 M3 untuk tujuan Jaya Pura Rp. 2. 593.000, dan barang tersebut diikutkan dengan dokumen barang yang banyak milik orang lain yang sama tujuannya ( Jaya Pura red )serta pemilik barang yang sedikit ( 1 M3 ) diberikan tanda terima biasa, seharusnya diberikan dokumen barang ( manifest ) atau kono sumen, ujar pemilik barang

Permasalahan muat barang dengan memakai jasa Container dan jelas – jelas terjadi pungutan liar, setiap pemilik barang mau sewa Container kosong dari PT. Pelni atau PT. SBN petugasnya mengatakan sudah habis, tapi kalau mau sewa dari makelar yang diprakarsai oknum PT.SBN containernya ada asalkan membayar RP. 1.000.000, - Rp. 2.000.000, jadi jelas sewa container  dipungut biaya tidak resmi dan naikan container ditarik lagi dana tidak resmi  yang jumlahnya sekitar Rp. 2.000.000, - sampai Rp. 4.000.000, hal ini untuk satu buah container x 120 container , sudah berapa pengusaha angkut barang ( EMKL ) dirugikan, imbuh sumber tadi.

Ungganya berita ini berbagai kalangan minta kepada Dirut. PT. Pelni pusat, Bapak. Menteri BUMN ( Pemerintah ) menindaklanjuti Kinerja buruk yang dilakukan PT. Pelni Cabang Surabaya dan anak perusahannya  ( PT. SBN )yang dapat merugikan keuangan Negara . ( IP – LA ).   



Berita Lainnya