Rabu , | WIB

Selasa, 18 Agustus 2015 - 22:02:49 WIB
ANGKUT DANA PEMERINTAH SEBESAR Rp6,5 MILIAR IKUT JATUH BERSAMA TRIGANA AIR
Peristiwa - Dibaca: 27199 kali


JAYAPURA,INTELIJENPOST.COM - Jatuhnya Pesawat Trigana Air tipe ATR 42 dengan route penerbangan Sentani – Oksibil, baru lalu ternyata juga angkut dana Pemerintah sebesar Rp. 6,5 miliar hal ini diutarakan oleh Kepala Kantor Pos Jayapura, Haryono, uang tunai tersebut dijinjing empat pegawai PT Pos Indonesia yang menumpang pesawat naas tersebut. Mereka adalah Agustinus Luarmase, Teguh Warisman, MN Aragae, dan Yustinus Hurulean, ujarnya.

Menyangkut uang itu adalah dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) dari Kementerian Sosial yang hendak disalurkan Kantor Pos Jayapura untuk masyarakat miskin di Oksibil. “Dia juga mengatakan, kami memang mengutus mereka ke sana mengingat dana yang dibawa dalam jumlah besar,” ujar Haryono kepada awak media.

Selanjutnya, Haryono menyebutkan pemberian dana dalam bentuk tunai ke wilayah-wilayah terpencil ialah sesuatu yang rutin. Pasalnya, di daerah yang dituju kerap tidak dilengkapi fasilitas bank. Tidak jarang pula daerah tujuan belum memiliki listrik.

Disisi lain, soal minimnya infrastruktur di sejumlah daerah di Papua juga diutarakan Gerry Soejatman, pengamat penerbangan. Disebutkan Gerry, landasan udara di Papua banyak yang belum memiliki menara pengatur lalu lintas udara (air traffic controller/ATC) dan stasiun pemantau cuaca.

“Terangnya, fasilitas di Papua memang tidak memadai sehingga menimbulkan risiko. Karena itu, kapten penerbang di Papua tidak hanya harus benar-benar berpengalaman, tapi juga berpengalaman terbang di Papua. Pengetahuan navigasi dan kemampuan membaca perilaku cuaca para pilot di Papua mesti sangat bagus” ujarnya.

Sedangkan konsekuensinya, kata Gerry, para pilot di Papua dapat menjadi instruktur penerbangan yang handal. “Mereka menjadi sumber pengalaman yang bagus.”Lantas menurutnya, wilayah Papua berbeda dengan wilayah lain di Indonesia. Selain pergerakan cuacanya berbeda, konstur pegunungan di Papua menyulitkan penerbang.

“Bila hari ini hujan lebat, misalnya, keesokan harinya kabut sepanjang hari. Namun, penerbangan tidak bisa dibatalkan karena banyak orang tergantung dengan bahan makanan yang dibawa pesawat,” katanya.

Kemudian dengan jatuhnya Pesawat Trigana Air tipe ATR 42 dengan mengangkut 44 orang dewasa, dua anak, tiga balita dan 5 kru pesawat., antara lain Kapten Pilot Hasanudin. Sementara adanya dugaan Pesawat dengan rute Sentani-Oksibil itu hilang kontak pada Minggu (16/08) siang. Rute pesawat melewati wilayah pegunungan, Oksibil merupakan ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang Papua.

Menurut Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih, Teguh Pujiharjo, mengatakan pihak Basarnas, TNI, dan Polri saat ini tengah mengerahkan 260 personel dari Oksibil untuk menemukan badan pesawat. Adapun sebanyak delapan pesawat, termasuk tiga helikopter, diterbangkan dari Jayapura ke kawasan Gunung Tangok. ( IP – JON )



Berita Lainnya