Senin , | WIB

Kamis, 10 September 2015 - 15:15:05 WIB
PELINDO III DIDUGA PEMBENGKAKAN BIAYA TERKAIT PEMBELIAN TUJUH UNIT HMC SENILAI Rp.200 MILIYAR
Ekonomi Bisnis - Dibaca: 22621 kali


SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Persero (PT Pelabuhan Indonesia III ) tengah serius melakukan proses revitalisasi dermaga Jamrud Utara dan Selatan dengan mengalokasikan investasi sekitar Rp200 miliar untuk pembelian tujuh unit harbour mobile crane (HMC) guna memperlancar proses bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak pada tahun 2011 dan terealisasi pembelian tujuh unit HMC pada tahun 2012.

Pada waktu itu, menurut Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto mengatakan pihaknya secara perlahan dan bertahap akan melakukan proses revitalisasi dermaga-dermaga konvensional yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Namun ketika Intelijenpost konfirmasi masalah dugaan pembengkakan biaya terkait pembelian tujuh unit HMC senilai Rp. 200 meliar, via Hand phonenya No. 081- 12805XX, baru – baru ini yang bersangkutan ( Edi ) tidak menjawab.

Menurutnya, manajemen tetap komitmen untuk secara bertahap melakukan revitalisasi termasuk memodernisasi dermaga-dermaga konvensional di Perak yang berumur 100 tahun lebih itu. Pasca dermaga Nilam Timur yang telah direvitalisasi, maka mulai akhir tahun lalu [2011] hingga akhir 2012 giliran Jamrud Utara dan Selatan yang direvitalisasi, katanya kepada salah satu media saat itu, dan dilansir Intelijenpost.

Kata dia (Edi ) pada waktu itu menjelaskan, proses revitalisasi dermaga Tanjung Perak tidak bisa secara serentak, padahal selain Nilam Timur dan Jamrud Utara serta Selatan masih ada dermaga Nilam Barat, Berlian dan dermaga pelayaran rakyat bantaran sungai Kalimas.

Lanjut, sebabnya lebih karena belum selesainya proyek Terminal Multiporpuse Teluk Lamong yang ditarget tuntas 2014. Bila Lamong Bay beroperasi maka kekuatiran stagnasi atau konghesti [macet] bila semua dermaga konvensional direvitalisasi bisa dihindari. Artinya pasca 2014, maka semua dermaga konvensional akan diupayakan dimoderinsasi, ungkapnya.

Edi juga memastikan Jamrud Utara dan Selatan akan memiliki tujuh unit HMC dengan nilai investasi Rp200 miliar. Dari tujuh HMC itu tidak semuanya baru, komposisinya empat unit HMC berstatus used atau tidak baru. Tiga unit HMC sisanya dibeli dalam keadaan baru. Harga HMC baru mencapai Rp45 miliar per unit, sedangkan untuk used yang direkondisi bisa 50%-nya. Nantinya Jamrud Utara dan Selatan akan menjadi terintegrasi, terangnya.

Pada waktu itu juga Manager Terminal Jamrud Edwarnul Djohar mengatakan dari tujuh unit HMC itu, kini telah datang dua unit HMC. Satu unit HMC telah datang pada Oktober 2011 lalu dan yang kedua datang pada 9 Januari 2012 lalu. Kini keduanya akan segera dioperasikan sehingga akan bisa segera melayani handling melayani proses bongkar muat curah kering internasional, kata Erdwarnul.

Sesuai Erdwarnul menegaskan untuk menempatkan dua unit HMC tersebut, manajemen Pelindo III mesti melakukan proses pembongkaran sejumlah gudang di kawasan Jamrud Utara.

Selanjutnya, rencananya gudang 106 dan 107 akan segera dibongkar, sebelumnya gudang 108 telah lebih dulu dibongkar. Ketiga gudang itu untuk lokasi manuver dua unit HMC dalam menjalankan layanannya, ujarnya.

Waktu itu juga Sumarmo, Manager Teknik PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak menegaskan sejumlah gudang lainnya juga akan dibongkar yaitu 103-105 untuk memaksimalkan layanan HMC.

Rencana penguatan dermaga dan pembongkaran gudang 103-105 saat ini segera akan dilakukan proses pelelangan, ditargetkan pertengahan 2012 pembongkaran gudang tersebut akan dapat direalisasikan, kata Sumarmo.

Berdasarkan data yang dihimpun Intelijenpost dari sumber yang dapat dipercaya mengatakan, tujuh unit HMC itu berkapasitas 150 ton setiap unit dan diduga dari tujuh unit HMC, hanya dua unit yang dibeli baru gres dengan harga per – unit Rp. 45 meliar, sedangkan lima unit dibeli HMC bekas dengan harga per – unit kurang lebih Rp. 22, 5 meliar, jadi diduga terjadi pembengkakan biaya dalam laporan keuangan yang disebut lima unit HMC dibeli barang baru ( anyar gres ) sedangkan dua unit HMC dibeli barang bekas, jelasnya.

Kemudian, proses penempatannya ditempatkan di Terminal Jamrud (Utara dan Selatan) Pelabuhan Tanjung Perak. Rinciannya empat unit HMC di Jamrud Utara untuk melayani dua kapal, Jamrud sisi Barat ditempatkan satu unit HMC, dan sisanya Jamrud Selatan akan beroperasi dua unit HMC guna melayani satu kapal. Lima HMC lainnya diperkirakan akan secara bertahap datang mulai April-Juli 2012, sehingga pada akhir 2012 ketujuh HMC telah beroperasi. ( IP – LA )



Berita Lainnya