Selasa , | WIB

Rabu, 07 Oktober 2015 - 22:02:50 WIB
TERMINAL PENUMPANG GAPURA SURYA NUSANTARA MUBAZIR
Pelabuhan - Dibaca: 138308 kali


FasilItas  Mewah  Dan  Menggunakan  Garbarata  Tapi  Kurang  Dimanfaatkan

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Terminal penumpang Gapura Surya Nusantara(GSN) yang merupakan terminal penumpang kapal laut pertama di Indonesia yang menggunakan garbarata layaknya bandara, pembangunan proyek terminal ini tiga lantai dengan luas 16.120 M2 dan kapasitas 4.000 penumpang, serta menelan biaya seluruhnya sebesar Rp.160 miliar,

Kemudian terminal penumpang GSN ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas serta memakai konsep bangunan bersifat modern, green architecture, ramah lingkungan dan hemat energy (menggunakan lampu LED dengan sistem diming , osesnsa occupancy sensor), pendingin menggunakan VRF – variable refrigerant flow dan outdoor menggunakan scroll type – automatic backup funaction.

Selain itu, Terminal penumpang modern GSN Tanjung Perak juga dilengkapi dengan 2 unit garbarata boarding bridge yang menghubungkan terminal penumpang dengan kapal melalui fasilitas berupa lorong yang dapat bergerak secara horisontal dan vertikal disesuaikan dengan posisi pintu pada dek kapal dilengkapi dengan pendingin udara. Jadi penumpang sudah dimanjakan dengan kenyamanan saat mulai masuk dan cek in kemudian naik ke ruang tunggu dan pada saatnya masuk kedalam kapal laut.

Bahkan tak hanya itu, gedung terminal tersebut juga menggunakan sistem Sewage Treatment Plant (STP) yaitu sistem air yang dapat mendaur ulang air buangan dari gedung itu sendiri menjadi air untuk flushing Toilet.

Selanjutnya, dari hasil pemantauan IntelijeRuang Tunggunpost terkait terminal penumpang Gapura Surya Nusantara menyangkut pengoperasiannya setiap hari jarang dipergunakan untuk menampung penumpang di dalam ruangannya, apalagi penumpang yang akan melewati garbarata hampir tidak difungsikan sama sekali.

Jadi menurut Intelijenpost, gedungnya mewah, ruangan dan fasilitas lux serta garbarata layaknya bandara, namun tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya karena penumpang kapal masih mempergunakan tangga besi (darurat) untuk turun didermaga dan menuju pintu keluar di sebelah gudang 100 yang dipergunakan sementara untuk menampung penumpang kapal milik PT. Pelni dan kapal Ro – ro milik PT. Dharma Lautan Utama serta kapal lainnya.

Sementara masalah kurang difungsikan terminal penumpang Gapura Surya Nusanta ra, akhirnya berbagai sumber di pelabuhan Tanjung Perak juga ikut angkat bicara dan mengatakan, PT. Pelindo III menghambur – hamburkan uang Negara untuk membangun terminal penumpang begitu mewah, tapi jarang difungsikan apalagi garbaratanya terus terang tidak bisa difungsikan untuk kapal karena terganggu dari pasang – surutnya air laut sehingga garbarata mengalami posisi goncang, kata sumber tadi.

Imbuh sumber, walaupun terminal  penumpang Gapura Surya Nusantara sudah diresmikan Menteri BUMN untuk segera difungsikan guna penumpang kapal, tapi kenyataannya gedung penampungan sementara bekas gudang 100 masih digunakan terus sampai saat ini, padahal kalau dilihat dari keadaan ruangan dan fasilitas sudah tidak memadai, pungkas sumber yang dapat dipercaya. ( IP – LA )



Berita Lainnya