Rabu , | WIB

Rabu, 28 Oktober 2015 - 21:48:56 WIB
LSM : KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI YANG MENGONTROL MASALAH JEMBATAN NASIONAL SURAMADU
Metro Surabaya - Dibaca: 84077 kali


SURABAYA,INTELIJENPOST.COM - Jembatan Suramadu merupakan salah satu icon Jawa Timur, dan jembatan ini bagi masyarakat Madura yang mendiami empat Kabupataen yakni, Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep merupakan jembatan tumpuan hidup untuk menghubungkan roda perekonomian dengan kota Surabaya (Jawa Timur).

Namun pada akhir – akhir ini Jembatan Suramadu sudah tidak terkontrol lagi, dengan adanya ulah oknum BPWS, Kepolisian Lalulintas Jalan Raya ( PJR ) dengan oknum petugas Jasa Marga yang bertugas didepan pintu keluar – masuk tol Suramadu serta petugas lainnya yang ikut terlibat bisnis haram dengan beack – up, Mobil Dum Truk milik proyek pengangkut aspal, pasir, angkut alat berat dan muatan berat sejenisnya dibiarkan melewati Jembatan Suramadu, asalkan menurut sumber dengan bayar uang mel – melan per – Truk kurang lebih Rp. 20 ribu.

Hal ini disampaikan sesuai hasil investigasi Tim bersama Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah (PKA – PPD) Seluruh Indonesia Lahane Aziz mengatakan, saya bersama Tim coba memantau arus kendaraan yang melewati Jembatan Suramadu, tepatnya pada hari Sabtu (malam Minggu), tanggal (24/10/2015), ternyata mulai jam. 00 WIB (12. Malam), Mobil Dum Truk yang berkapasitas besar mulai dari memakai roda atau ban 6, ban 10 serta memakai ban 12 yang khusus angkut alat berat dan Mobil Tanki angkut BBM lalu – lalang, ujarnya.

Sementara Aziz mengatakan, kalau bukan kita siapa lagi, untuk melarang oknum petugas dengan sengaja atau secara tidak langsung mau merusak Jembatan Nasional Suramadu, karena dari kesepakatan awal pengoperasian Jembatan Suramadu dan LSM. PKA – PPD juga ikut menyurati Gubernur Jawa Timur, bahwa kendaraan yang berat maksimumnya diatas 30 ton, tidak boleh melewati Jembatan Suramadu tersebut, tapi kenyataannya sekarang Mobil Dum Truk yang beratnya – rata – rata 80 ton, dengan muatannya dibiarkan slaman – slumun melewati jembatan ini dengan berikan pungutan liar (uang haram) semua jadi beres, ungkap Aziz.

Selanjutnya masalah kekuatiran rusaknya Jembatan Nasional Suramadu, Intelijenpost sempat melakukan konfirmasi pada Komisi VI DPR – RI, dari Fraksi Gerindra Bambang Haryo mengatakan, pada awal pengoperasian Jembatan Suramadu memang ada kesepakatan bersama Pemerintah Daerah Jawa Timur pada waktu itu, mengenai kendaraan yang beratnya atau tonasenya diatas 30 ton tidak diperbolehkan melewati Jembatan Suramadu tersebut, jelas Bambang.

Menurut pria yang ditokohkan sebagai Tokoh Madura ini, demi untuk kelancaran dan perkembangan industry di pulau Madura serta lebih membaiknya perekonomian di daerah itu, jadi kalau Mobil Dum Truk yang bebannya serta daya angkutnya mulai 30 ton ke atas dan apalagi yang beban angkutnya mencapai 80 ton bisa melewati Jembatan Suramadu ini, berarti dianggap jembatan tersebut layak.

Namun dalam hal ini, pihak BPWS (Pemerintah) juga harus melihat dari segi sefty faktor keamanannya dua kali lipat daya angkut dari kendaraan dimaksud, apabila juga kendaraan yang beban angkutnya diatas 30 ton – sampai 80 ton tidak bisa melewati jembatan Suramadu tadi, berarti dianggap jembatan ini regulasinya tidak layak dan akibatnya memperhambat lajunya pembangunan, industry maupun sector perekonomian lainnya khusus di Madura,  papar Bambang.

Disisi lain terkait Kapal Fery ( RO – RO ) dengan Jembatan Suramadu, Bambang menjelaskan untuk Kapal Fery trayek Ujung Baru Surabaya – Madura, hanya sebagai komplemen dan apabila sewaktu – waktu kalau jembatan Suramadu terjadi krodit (human error ), baru Kapal Fery yang melaksanakan antisipasi masalah kelancaran muatan dan penumpang dari Surabaya ke pulau garam tersebut, pungkasnya. ( IP – TIM )



Berita Lainnya